Total Pageviews

Showing posts with label kisah. Show all posts
Showing posts with label kisah. Show all posts

Musuh Musa Musuh Allah juga_2

Musa berjalan menghampiri keduanya....

Setelah menanyakan apa gerangan yang membuat mereka masih tetap di tempatnya, maka dia pun menawarkan jasa.
Bolehkah apabila aku yang memberikan minum akan domba-domba anda sekalian? Semoga ini menjadi kebaikan bagiku di sisi Allah.
Tanpa menunggu sahutan, segera di using para domba itu mendekati sumur air.

Musuh Musa Musuh Allah juga

Syaitan memperburuk keadaan keduanya. Di saat Musa sudah di rajai oleh hawa nafsu maka pukulan dari kepalan tangannya langsung menewaskan lawannya. Musa terkejut. Hal yang mustahil telah dia lakukan pikirnya. Bagaimana pukulan tanpa tenaga yang baru saja dikeluarkan dapat merengut nyawa sang lawan yang tak di sangkanya ternyata dari golongan sang penguasa Firaun.

Lihat perbuatannya hai Musa. Teriak seorang teman.
Celaka kau. Aku harus secepatnya pergi dari negeri Mesir ini. Jelasnya lagi.
Musa hanya terpaku menatapi kepalan tangannya sambil berdesir. Ini bukan kehendak ku. Bisiknya pelan.
Cepatlah pergi hai Musa sebelum mereka menangkapmu. Pintanya lagi.

Dalam kepanikan luar biasa kembali Musa mengepalkan tangannya kearah orang tersebut.
Hai Musa, aku menasehatiku, tetapi engkau tidak menerimanya. Apakah engkau akan membunuh ku sebagaimana engkau membunuhnya. Tegasnya kembali.

Seolah tersadar Musa pun tersungkur sujud.
Sesungguhnya ini adalah cobaan dari Tuhanku.
Musa pun segera bangkit dan berlari tanpa menoleh ke belakang.
Hari demi hari berlalu. Hutan gelap dan padang tandus sudah dilaluinya. Sampai suatu ketika sampailah langkah kakinya pada sebuah persinggahan sumur.
De

Matanya menangkap dua sosok gadis yang sedari tadi hanya berdiri terganggu di sudut sebuah pohon dengan mata yang awas terhadap sumur itu. Banyak penggembala yang memenuhi lingkar bibir sumur itu.
Dengan perlahan Musa coba mengayunkan kaki melangkah mendekati mereka.
Apa gerangan yang kalian tunggu wahai saudari. P
Tanyanya pelan.
.....mereka hanya terdiam.
Mengapa kalian masih menambat kan piaraan kalian disini sementara tidakkah kalian lihat mereka sudah memenuhi kantong kantong air dan lambung piaraan mereka?
Kami...menunggu mereka semua selesai wahai anak muda. Setelah itu baru kami ak memberi minum domba domba kami.

To be continuuu