Semurah senyum si doi
Siang ini cukup panas, air mineral yang tersedia tinggal pada tetesan terakhir.
Ah..datang tidak ya pemilik suara tajam nan cadas itu.
Teguh pandangannya saat menatap. Tapi...kenapa juga masih terasa sakit. Aku rindu padanya, tapi juga takut bertemu.
Aku mengaguminya, tapi hanya dalam nadi.
Semua cara telah kupersiapkan untuk menyambut kedatangannya. Tapi..Aku selalu khawatir.
Aku tak dapat menahan degup jantung saat suaranya memberi salam.
Semua berlalu...ternyata dia ada...
Dia yang jarang sekali tak hadir di kelasku, walau matahari sangat terik seperti saat ini..
Ah...fisika...guruku tersayang...
Senyuman teduh seindah senyum simpul sang doi..
No comments:
Post a Comment